Desa Long Beluah terletak di Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam melalui jalur darat dari kota Tanjung Selor. Meskipun akses jalan masih mengandalkan bantuan perusahaan untuk perbaikan, desa ini juga dapat dijangkau melalui jalur sungai menggunakan speedboat reguler dengan waktu tempuh sekitar 80 menit.
Anekdot “Bayangkara”
Masyarakat Bulungan sering menyebut desa ini dengan nama Bayangkara. Nama ini melekat sejak era kejayaan perusahaan kayu, di mana Satuan Polisi (POLRI) berperan aktif dalam menata desa. Namun, berkembang pula sebuah anekdot di tengah masyarakat bahwa Bayangkara berarti “bayang-bayang karena perkara”, merujuk pada banyaknya kasus hukum di masa operasional kayu yang sering mendatangkan petugas keamanan.
Profil Kependudukan & Etnis
Sebagai ibu kota kecamatan, Long Beluah kini menjadi desa multi-etnis yang berkembang pesat. Suku asli Dayak Ga’ai kini hidup berdampingan dengan suku Kenyah, Bugis, Jawa, Batak, Manado, Toraja, dan Tidung.
Langkah Menuju Perhutanan Sosial
Dalam sesi sosialisasi yang dihadiri oleh Pemdes, tokoh masyarakat, Kepala Adat, hingga Kepala KPH Bulungan, disepakati langkah strategis untuk mengamankan akses kelola hutan bagi masyarakat.
- Usulan Hutan Desa (HD) TAHAP VERTEK
- Skema Kemitraan Kehutanan (Wilayah Izin IKANI) RENCANA USULAN
- Pemetaan Tata Guna Lahan & Pelatihan SIG UPCOMING
PLHL berkomitmen untuk melakukan Pemetaan Tata Guna Lahan di Long Beluah. Program ini tidak hanya memetakan batas, tetapi juga memberikan pelatihan pemetaan bagi anggota KTH/Gapoktan agar masyarakat mampu memetakan lokasi kebun mereka secara mandiri dan akurat.
Mendampingi masyarakat, menjaga kelestarian, membangun kemandirian desa.

